BERAWAL DARI PENASARAN PADA NTT

by admin

Salamun Rozak, S.Kom

Berawal dari penasaran pada NTT, 27 Oktober 2018. Istitut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya menggelar wisuda. Salamun Rozak, S.Kom adalah salah satu wisudawan cumlaude dari program studi Sistem informasi dengan IPK 3,71.

Menariknya, pemuda 22 tahun asal Jombang, Jawa Timur ini meraih sarjana dengan Tugas Akhir berjudul: Perencanaa Strategik  Sitem dan Teknologi Informasi pada RS Damian Lewoleba dengan Pendekatan Ward and Peppard. Dengan tugas akhir pada Februari 2018. Ia melakukan observasi langsung di RS ynag terletak di ibukota Kabupaten Lembata, NTT tersebut.

“Sudah sering saya dengar cerita dari Sr. Angela, CIJ, teman kuliah saya tentang bidang karya biara CIJ yaitu sekolah dan rumah sakit dimana banyak masalah terkait teknologi yang harus ditangani. Sayapun berniat menulis tugas akhir terkait bidang karya CIJ di NTT. Berkat bantuan beliau saya bisa berkomunikasi melalui telefon dengan pimpinan RS. Damian Lewoleba, Sr. Dr. Ludgardis, CIJ dan langsung disetujui”.

“Sebelum kesana, saya sama sekali tidak tahu karakteristik NTT. Itu yang membuat saya penasaran. Penelitian tugas akhir ini untuk menjawabi rasa penasaran sekaligus saya dedikasikan tugas akhir ini untuk mendukung karya para suster CIJ. Sejauh yang saya ketahui, belum ada anak NTT yang menulis skripsi dengan topik yang sama”.

Dari fakta di lapangan Rozak berkesimpulan bahwa gap yang sangat jauh anara harapan dan kemampuan. Karena itu sebelum menerapkan teknologi harus ada perencanaan yang etrkait dengan empat hal. Pertama, mendefinisikan kebutuhkan bisnis dengan aplikasi dari visi misi tujuan lembaga. Kedua, mendefinisikan kebutuhan teknologi informasi yang dibutuhka dalam menjalankan aplikasi. Ketiga, mendifinisikan manajemen sumber daya manusia (SDM) guna melakukan perawatan dan berkelanjutan sistem dan teknologi informasi yang diterapkan. Dan keempat, menentukan prioritas pengerjaan aplikasi.

Selain tugas kahir, gagasan itu ia tuangkan dalam “Dokumen renstra RS. Damian Leuleba” yang memuat empat hal yaitu (1) Bisinnes IS (Information System) Strategy, (2) IT (Information System) System, (3) IS/IT Management Strategy, dan (4) Future Aplication Portofolio and Road Map Aplication. Tujuan dari dokumen tersebut ialah sebegai panduan perusahaan yang akan mengimplementasikan teknologi informasi.

Pemuda kutu buku yang sejak SMP sudah tertarik pada teknologi informasi ini menjelaskan pada pandangannya. “Dalam penerapan teknologi menejemen SDM menjadi sangat penting. Bagaimanapun juga kemampuan tekonologi bisa diikuti oelh RS atau lembaga asal ada pembinana SDM. Keberhasilan institusi mencapai tujuannya, salah satu, ditentukan oleh SDM yang handal dapat menjalankan perkrjaan yang baik”.

Untuk menjawab rasa penasarannya Rozak juga mengunjungi Flores Timur, jika, Ende, Ngada dan Nagekeo. Ia tentu tak melewatkan berbagai objek wisata di sana. Pulau Siput, Pasir Putih Pantai Lewolein Ile Ape, bukti cinta Lewoleba adalah beberapa objek di Lembata. Pasar Alok di Maumere, Kalimutu di Ende, Air Panas Soa, Kampung Adat Bena, Bukit Manulalu di Ngada, juga menjadi destinasi pilihannya.

“keindahan alam NTT sungguh tak terkatakan. Sangat indah, asli dan asri. Orang-orangnya juga begitu hangat, walaupun suaranya keras. Mereka langsung menerima saya seperti saudara mereka. Kehangatan itu sudah saya rasakan sejak pertamakali transit di bandara El Tari Kupang, dalam penerbangan dari Surabaya ke Larantuka. Ini perjalanan terpanjang, terjauh, terlama dan terindah dalam hidup saya. Sangat mengesankan. Selama di Flores, kegiatan apa saja selalu saya upload ke instagram dan facebook. Teman-teman saya pada iri semua. Mereka juga ingin ke NTT”.

Sebagai rasa penasaran Rozak terjawab sudah, tetapi serentak mencuat penasaran baru. “Masyarakat hidup sangat toleran. Dalam satu keluarga ada yang katolik dn ada yang silam. Mereka hidup rukun, saling menghormati dan saling mengingatkan untu beribadah. Kok bisa ya, saya tiak habis pikir”.

Rozak yang berencana bekerja sambil kuliah S2, menyimpan mimpi berikutnya. “kalau nanti saya bekerja dan sudah punya uang sendiri saya akan ke NTT lagi. Labuan Bajo, Pulau Padar dan Komodo menjadi tujuan berikutnya. Ketika diinformasikan bahwa NTT juga punya pesona alam dan budaya yang beraneka ragam di Sumba, Timor, Alor, Sabu dan Rote, bungsu dari tiga bersaudara ini tampak makin penasaran.” (Leo Larantukan)

*Sumber : Cetak | Warta Flobamora | Edisi 67 September 2018 | NTT Diaspora | Hal. 33