Stikom On Media

Berita STIKOM Surabaya di berbagai media.

Sajikan Komik Tutorial Dolanan

Surabaya – Ketika Sigit Dwiki Darmawan masih kecil, permainan seperti petak umpet dan benteng-bentengan bisa dijumpai dengan mudah. Hamir setiap hari anak-anak memainkannya. Baik di sekolah maupun di sekitar rumah.

Namun,  kini permainan tradisional tersebut sangat jarang ditemui. Bahkan, mungkin banyak anak, yang sudah tidak tahu cara memainkannya. Anak-anak zaman sekarang lebih mengenal game online melalui gadget daripada permainan fisik. Read the rest of this entry »

Karya Mahasiswa Bertema Ruang Visual Dipamerkan, Ingin Tahu Wujudnya? Datang Saja ke Sini!

Mahasiswa Desain Komunikasi Visual STIKOM memamerkan karya tugas akhir mereka di atrium Pakuwon City Surabaya, Sabtu (13/02/2016).

Mahasiswa Desain Komunikasi Visual STIKOM memamerkan karya tugas akhir mereka di atrium Pakuwon City Surabaya, Sabtu (13/02/2016).

SURYA.co.id | SURABAYA – Karya tugas akhir mahasiswa S1 Desan Komunikasi Visual STIKOM dipamerkan dalam acara Gestaltif di Pakuwon City Surabaya, Jumat (12/2/2016) hingga Minggu (14/2/2016).

Acara dengan tema Ruang Visual tersebut menampilkan sebanyak 19 karya yang dipajang rapi di stan-stan tersendiri.

Salah satunya karya Uzda Nabila Shabiriani dan I Gede Yudha Pratama, yang ingin mengenalkan budaya bangsa.

Uzda menciptakan buku pop-up cerita Panji Semirang Kediri dengan ilustrasi kartun.

Sedangkan I Gede membuat buku pop pull tab dongeng Mesatua yang berasal dari Bali.

Read the rest of this entry »

Kenalkan Legenda Reog dalam Bentuk Kartun

INOVATIF: Yudha berbincang dengan Ananda, temannya, mengenal kartun yang menggambarkan legenda Reog Ponorogo.

INOVATIF: Yudha berbincang dengan Ananda, temannya, mengenal kartun yang menggambarkan legenda Reog Ponorogo.

Surabaya – Sederet tokoh reog seperti Jathil, Warok, Barongan, Klono Sewandono, dan Bujang Ganong tambil dalam sosok berbeda. Tokoh-tokoh tersebut dikemas dalam bentuk kartun yang lucu dan tidak menyeramkan di Cipuptra World kemarin (9/8). Anak-anak pun dapat menikmati kisah itu tanpa rasa takut.

Buku tersebut ditampilkan dalam acara pameran mahasiswa Jurusan Multimedia dan Desain Komunikasi Visual (DKV) Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer (STIKOM) Surabaya. Acara itu diadakan sejak 7 hingga 10 Agustus. “Buku ini pengenalan legenda reog Ponorogo. Biar anak-anak kecil tahu tentang budaya reog Ponorogo,” papar Erlangga Yudha, pembuat buku bergambar legenda reog Ponorogo tersebut.

Buku itu dibuat untuk anak-anak berusia empat hingga enam tahun. Sebab, kata Yudha, biasanya anak-anak takut dengan topeng reog yang terkesan menyeramkan serta aksi-aksinya yang memakan ular dan beling. Padahal, itu adalah budaya Indonesia. Read the rest of this entry »